TRANSMEDIA.CO,PEKANBARU – Puluhan massa yang terdiri dari berbagai laskar dan organisasi kepemudaan di Provinsi Riau menggelar aksi damai di halaman Kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Senin (4/5/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk premanisme yang dinilai mengganggu ketentraman masyarakat.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut mendapat pengawalan dari para sesepuh, penasehat, serta datuk dari berbagai organisasi laskar di Riau. Turut hadir dalam kegiatan itu Timbalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Datuk Tarlaili, Pengurus Majelis Kerapatan Adat LAMR Datuk Taufiq Tambusai, Datuk Said Amir Hamzah, Panglima Pucuk LLMB Datuk Ismail Amir, Panglima GAM, serta Ketua Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) Provinsi Riau Putra Rezeky.
Dalam aksi tersebut, para peserta membawa spanduk dan secara bergantian menyampaikan orasi yang menegaskan komitmen bersama menjaga marwah adat Melayu dan menolak segala bentuk intimidasi maupun tindakan tidak bermoral di tengah masyarakat.
Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa (LMB) Nusantara, Indra Gunawan, dalam orasinya menegaskan bahwa premanisme tidak memiliki tempat di bumi Melayu yang menjunjung tinggi adat istiadat, kesopanan, dan supremasi hukum.
“Kami hadir di sini untuk menyuarakan sikap tegas menolak segala bentuk premanisme. LAMR merupakan wadah pemersatu seluruh laskar di Riau. Ini adalah komitmen bersama dalam menjaga kehormatan adat Melayu, marwah masyarakat Riau, serta seluruh suku dan adat yang ada di Provinsi Riau tanpa membeda-bedakan,” tegas Indra.
Selain menyampaikan aspirasi, massa juga mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap segala bentuk tindakan intimidasi dan ancaman yang meresahkan masyarakat. Mereka berharap penegakan hukum berjalan adil, transparan, dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.
Usai menggelar aksi di Kantor LAMR, puluhan perwakilan organisasi laskar melanjutkan kegiatan dengan mendatangi Mapolda Riau untuk berkoordinasi dengan Ditintelkam Polda Riau. Dalam pertemuan tersebut, mereka diarahkan untuk membuat laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pengancaman.
Aksi damai ini menjadi simbol persatuan berbagai elemen pemuda dan laskar di Riau dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta keutuhan persatuan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan tertib, aman, dan damai, dengan harapan Provinsi Riau tetap kondusif serta terbebas dari tindakan yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.***(rls)



